Rumah sakit tak pernah benar-benar tidur. Di balik lampu yang terus menyala dan layanan yang berjalan 24 jam, ada satu pekerjaan penting yang menjaga denyutnya tetap stabil: pengelolaan keuangan. Sejak Mei 2025, tanggung jawab itu berada di tangan Adha Puputusia, A.Md, Kepala Seksi Pengelolaan Keuangan RSUD Dr. Muhammad Zein Painan.
Bagi Puci panggilan kecil beliau, dunia rumah sakit menghadirkan ritme yang sama sekali berbeda. “Lingkungan kerja yang dinamis, cepat, dan menuntut kedisiplinan tinggi,” ujarnya menggambarkan kesan pertama bertugas. Di RSUD, setiap keputusan administratif beririsan langsung dengan layanan kesehatan—menyangkut keselamatan pasien dan keberlanjutan pelayanan.
Jejak karier Puci terentang lintas sektor. Lulusan D3 Tatalaksana Kepelabuhan dan Niaga (2003) ini memulai pengabdian sebagai tenaga honorer di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan sejak 2004. Setelah diangkat menjadi PNS pada 2010, ia menapaki berbagai peran strategis: bendahara APBD, APBN, hingga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Pekerjaan yang mengajarkannya ketelitian, kepatuhan regulasi, dan tanggung jawab terhadap anggaran publik.
Pengalaman birokrasi itu semakin luas saat ia bertugas di BKPSDM (2021–2023), menangani mutasi, promosi, hingga pengembangan kompetensi dan penilaian kinerja ASN. Ia kemudian dipercaya sebagai Kasubag Umum dan Kepegawaian pada Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (2023–2025). Perpindahan antar instansi, menurutnya, bukan sekadar rotasi jabatan. “Mutasi adalah strategi organisasi sekaligus peluang pengembangan diri,” katanya.
Masuk ke RSUD Dr. Muhammad Zein Painan, Puci dihadapkan pada kompleksitas yang lebih tinggi. Regulasi ketat, tekanan waktu, dan tuntutan profesionalisme menjadi tantangan awal yang harus segera dihadapi. Fokusnya pun jelas: memahami sistem dan regulasi keuangan rumah sakit, meninjau kondisi keuangan awal, menjaga kelancaran arus kas, serta menertibkan administrasi dan dokumen keuangan.
Namun, angka-angka di laporan bukan satu-satunya urusan. Puci menempatkan pengelolaan keuangan sebagai penopang utama mutu layanan. “Keuangan bukan sekadar fungsi administratif, tetapi bagian integral dari pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman bagi pasien,” ujarnya. Prinsip kerja yang ia pegang sederhana namun tegas: patuh pada aturan, adil dalam pengelolaan, terbuka dalam komunikasi, dan berorientasi pada keberlanjutan organisasi.
Dalam membangun kerja sama, Puci mengedepankan profesionalisme, empati, dan komunikasi yang efektif. Ia menyadari, rumah sakit adalah ruang kolaborasi lintas profesi—dokter, perawat, tenaga penunjang, hingga manajemen—yang hanya bisa berjalan jika saling percaya.
Harapannya pun lugas. Ia ingin RSUD Dr. Muhammad Zein Painan tumbuh sebagai institusi pelayanan kesehatan yang sehat secara organisasi, transparan dalam pengelolaan keuangan, adaptif terhadap perubahan, dan terus memperkuat mutu pelayanan serta keselamatan pasien. Bagi Puci, kemajuan rumah sakit bukan hasil kerja satu unit semata, melainkan buah dari kerja bersama.
Di rumah sakit yang tak pernah benar-benar sunyi, Adha Puputusia bekerja menjaga keseimbangan—agar setiap angka tetap berpihak pada layanan dan setiap kebijakan keuangan bermuara pada keselamatan pasien.
Penulis: Andi Kasianto