Rapid test dan tes swab (PCR Swab) adalah dua tes untuk mendiagnosis virus corona atau Covid-19.
Lalu, apa arti dan perbedaan dari keduanya?
Berikut kami rangkumkan sekilas tentang perbedaan dari kedua test di atas.
1. Tujuan Pemeriksaan
- Rapid test untuk skrining atau pelacakan
- Tes Swab untuk diagnosa pasti
2. Jenis Sampel
- Rapid test mengambil sampel darah pasien yang akan diperiksa, bila rapid test hasilnya positif, masih harus dites kembali dengan Tes Swab.
- Tes Swab menggunakan sampel lendir di hidung maupun tenggorokan. Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction)
3. Waktu Hasil Pemeriksaan
- Rapid test cuma membutuhkan waktu 10-15 menit sampai hasil keluar.
- Tes Swab menggunakan metode PCR yang membutuhkan waktu beberapa jam sampai beberapa hari untuk menunjukkan hasil.
Hasil pemeriksaan rapid test maupun PCR juga bisa keluar lebih lama dari itu, kalau kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel sudah penuh
4. Kelebihan dan Kekurangan Rapid Test
Salah satu kelebihan rapid test adalah kecepatan dan kemudahannya. Cara ini juga bisa menjadi alternatif untuk mendata orang-orang yang butuh pemeriksaan lanjutan dengan cepat. Kekurangannya, hasil rapid test ini bisa digunakan untuk menguji ada atau tidaknya virus dalam tubuh namun tidak bisa digunakan langsung untuk mendiagnosis pasti COVID-19
5. Kelebihan dan Kekurangan Swab Test
Pengambilan spesimen lendir menggunakan swab dan pemeriksaan menggunakan PCR adalah metode yang paling akurat dalam mendeteksi Covid-19.
Namun, pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan lebih rumit.
Pemeriksaan sampelpun cuma bisa dilakukan di laboratorium dengan kelengkapan khusus. Sehingga, kapasitas pemeriksaan tidak terlalu besar. Oleh karena itu, butuh waktu beberapa hari hingga hasil tes bisa keluar.
Demikian sedikit informasi perbedaan Rapid Test dan Tes Swab, semoga bermanfaat
Penulis: Andi Kasianto