Pengumuman
Jadwal Pelayanan Infromasi Publik Setiap hari kerja  Jam 08.00 s/d 16.00 WIB  Senin s/d Jumat  Klik disini untuk detail
Logo dinsos Logo pessel

RSUD Dr. M Zein Painan

Kabupaten Pesisir Selatan

dr. Dona Hamrita, M.Kes Dari Plt. ke Direktur Definitif: Menata Arah, Menjaga Mutu Rumah Sakit

28 Jan 2026 03:26:26 WIB 308x dibaca
dr. Dona Hamrita, M.Kes Dari Plt. ke Direktur Definitif: Menata Arah, Menjaga Mutu Rumah Sakit
dr. Dona Hamrita, M.Kes Dari Plt. ke Direktur Definitif: Menata Arah, Menjaga Mutu Rumah Sakit

Pada suatu fase, rumah sakit membutuhkan lebih dari sekadar kesinambungan administratif. Ia membutuhkan arah. Masa transisi selama beberapa bulan di RSUD Dr. Muhammad Zein Painan menjadi periode penting untuk membaca persoalan, menakar kemampuan organisasi, dan menentukan langkah berikutnya. Di masa itulah dr. Dona Hamrita, M.Kes mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas Direktur—sebuah peran sementara yang justru membuka ruang pengenalan lebih dalam terhadap denyut manajemen rumah sakit.

Sejak dilantik secara definitif sebagai Direktur RSUD Dr. Muhammad Zein Painan pada 13 Januari 2026, posisi itu kini tak lagi bersifat sementara. Namun, masa Plt. yang ia jalani sebelumnya memberi bekal berharga: pemahaman langsung tentang kondisi keuangan, tata kelola, serta relasi kerja antarunit di dalam rumah sakit.

dr. Dona bukan orang baru dalam manajemen RSUD Dr. Muhammad Zein Painan. Ia telah bekerja di rumah sakit ini sejak 2010. Selama lebih dari satu dasawarsa, perannya bertumbuh dari lingkup pelayanan hingga ke ranah administrasi rumah sakit. Ia memahami bahwa rumah sakit tidak hanya bergerak di ruang klinis, tetapi juga di wilayah pengelolaan—tempat keputusan strategis harus dibuat dengan pertimbangan matang.

Mutasi ke jabatan struktural tertinggi di rumah sakit ia maknai sebagai ruang pengembangan profesional. Baginya, seorang dokter yang dipercaya memimpin rumah sakit perlu memperluas kapasitasnya: tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga memiliki visi, kepemimpinan, dan kemampuan strategis. “Keputusan manajerial harus selaras dengan standar pelayanan medis,” kurang lebih demikian cara pandangnya.

Pada masa awal masuk ke ranah manajemen rumah sakit, kesan yang ia tangkap cukup positif. Lingkungan kerja dinilainya responsif dan memungkinkan koordinasi lintas bidang. Hal ini membuat integrasi antarpelayanan dan manajemen menjadi lebih mudah dibangun. Namun, ia juga melihat tantangan utama yang tak bisa diabaikan: kondisi keuangan rumah sakit yang menuntut kehati-hatian dan ketepatan dalam pengelolaan.

Penyesuaian terbesar baginya adalah memahami secara detail peran dan tugas tiap bidang, sekaligus memimpin rumah sakit menuju perubahan yang lebih cepat dan modern. Perkembangan teknologi kesehatan dan sistem informasi menjadi perhatian khusus. Menurutnya, rumah sakit harus adaptif tanpa mengorbankan mutu layanan.

Fokus awal kepemimpinannya diarahkan pada penguatan pelayanan rumah sakit yang ramah, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menempatkan pelayanan kesehatan sebagai inti, sementara manajemen berfungsi sebagai penopang agar layanan tersebut berjalan optimal.

Pendekatan kepemimpinan yang ia pilih menekankan transparansi dan profesionalisme. Ia mendorong manajemen yang terbuka, berbasis kinerja, serta menjunjung integritas. Keputusan diambil dengan pertimbangan data, etika, dan kepentingan publik.

Dalam memimpin, dr. Dona Hamrita menempatkan keselamatan pasien dan mutu layanan sebagai poros utama. Baginya, seluruh kebijakan manajerial—baik di bidang keuangan, sumber daya manusia, maupun pengembangan fasilitas—harus bermuara pada perlindungan pasien dan peningkatan kualitas pelayanan.

Ia menjalankan kepemimpinan dengan pendekatan visioner dan strategis, membaca arah kebutuhan layanan kesehatan ke depan tanpa mengabaikan kemampuan riil organisasi. Visi tersebut dijalankan dengan integritas dan keteladanan, di mana pemimpin tidak hanya memberi arahan, tetapi menjadi contoh dalam sikap, disiplin, dan etika kerja.

Dalam setiap langkah, kepatuhan terhadap regulasi dan etika pelayanan kesehatan menjadi pijakan yang tidak dapat ditawar. Namun kepatuhan itu tidak dijalankan secara kaku. Ia mendorong pola kerja yang kolaboratif dan komunikatif, membuka ruang dialog lintas profesi dan unit agar keputusan yang diambil dapat dipahami dan dijalankan bersama.

Pengambilan keputusan, menurutnya, harus berbasis data dan fakta, bukan semata persepsi. Data pelayanan, kinerja keuangan, serta indikator mutu menjadi bahan utama dalam merumuskan kebijakan. Prinsip ini berjalan seiring dengan upayanya membangun pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dan efisien, menempatkan pegawai sesuai kompetensi dan mendorong peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.

Seluruh prinsip tersebut berpuncak pada satu tanggung jawab besar: akuntabilitas dan tanggung jawab publik. Sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah, RSUD Dr. Muhammad Zein Painan, menurut dr. Dona, harus dikelola secara transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Dalam memimpin, dr. Dona berpijak pada sejumlah prinsip: berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien, memiliki kemampuan manajerial dan strategis, berpikir adaptif, serta menjunjung akuntabilitas dan tanggung jawab publik. Pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dan efisien juga menjadi bagian penting dari visinya dalam membangun rumah sakit.

Komitmennya terhadap mutu layanan dinyatakan secara jelas: pelayanan yang aman, bermutu, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien harus menjadi standar bersama. Setiap kebijakan manajemen, menurutnya, harus bermuara pada perlindungan dan kepuasan pasien.

Ke depan, dr. Dona berharap seluruh pegawai RSUD Dr. Muhammad Zein Painan memiliki kesamaan visi: bergerak bersama membangun rumah sakit yang bermutu, terpercaya, dan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern. Rumah sakit, baginya, bukan hanya institusi pelayanan, tetapi ruang pengabdian yang menuntut kolaborasi, integritas, dan keberanian untuk berbenah.

Pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya sekedar jabatan. Ia tentang kesiapan menata arah, menjaga mutu, dan memastikan rumah sakit tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Penulis: Andi Kasianto

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.