Pengumuman
Jadwal Pelayanan Infromasi Publik Setiap hari kerja  Jam 08.00 s/d 16.00 WIB  Senin s/d Jumat  Klik disini untuk detail
Logo dinsos Logo pessel

RSUD Dr. M Zein Painan

Kabupaten Pesisir Selatan

Lidia Defianti dan Kerja Sunyi Menjaga Napas Rumah Sakit

22 Jan 2026 03:38:50 WIB 136x dibaca
Lidia Defianti dan Kerja Sunyi Menjaga Napas Rumah Sakit
Lidia Defianti dan Kerja Sunyi Menjaga Napas Rumah Sakit

Pagi itu, denyut RSUD Dr. Muhammad Zein Painan berjalan sebagaimana mestinya: antrean pasien, derap langkah tenaga kesehatan, dan rutinitas administrasi yang tak pernah benar-benar senyap. Di balik alur yang tampak tertib itu, ada satu simpul penting yang memastikan semuanya bergerak seirama—tata usaha. Sejak awal 2026, simpul itu kini dipegang oleh Lidia Defianti, SKM, M.Si, Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Dr. Muhammad Zein Painan.

Bagi Lidia, panggilan beliau, rumah sakit bukan dunia yang sepenuhnya baru. “Ini amanah pimpinan,” ujarnya singkat, saat diminta memaknai mutasi ke jabatan struktural ini. Amanah itu, kata dia, tak berdiri sendiri—ia bertaut dengan visi dan misi rumah sakit serta arah pembangunan kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan.

Perjalanan Lidia Defianti di birokrasi kesehatan dimulai dua dekade lalu. Tahun 2005, ia mengawali pengabdiannya sebagai ASN dan Kepala Tata Usaha di Puskesmas Tarusan. Delapan tahun berselang, kepemimpinan lapangan menempanya lebih jauh: Kepala Puskesmas Barung-Barung Balantai (2013–2015) dan Kepala Puskesmas Pasar Baru (2015–2017). Periode ini mengajarkannya satu hal penting—bahwa layanan kesehatan bukan sekadar fasilitas, melainkan relasi dengan masyarakat.

RSUD Dr. Muhammad Zein Painan sendiri bukan ruang asing baginya. Tahun 2017–2021, Lidia Defianti dipercaya menjabat Kepala Bagian Tata Usaha di rumah sakit yang sama. Setelah itu, ia berpindah ke medan lain yang tak kalah krusial: surveilans dan penanggulangan wabah. Sebagai Kasi Surveilans dan Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana/KLB/Wabah (2021–2022), lalu Jabatan Fungsional Epidemiologi Ahli Muda di Dinas Kesehatan Pesisir Selatan (2022–2026), ia bergelut dengan data, kewaspadaan dini, dan respons cepat—kerja yang sering sunyi, tetapi menentukan.

Ketika kembali ke RSUD Dr. Muhammad Zein Painan sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada awal 2026, Lidia Defianti membawa perspektif yang lebih utuh. “Kesan awal saya, rumah sakit sudah bekerja dengan baik, sesuai koridor dan regulasi,” tuturnya. Tantangan yang ia temukan pun nyata: rumah sakit tengah berupaya meningkatkan kinerja keuangan, di tengah tuntutan layanan yang terus tumbuh.

Fokus awalnya sederhana namun fundamental—menyelaraskan visi dan misi RSUD, memperkuat perencanaan, serta mendorong inovasi yang adaptif dan berkelanjutan. Dalam beradaptasi, ia memilih memahami budaya organisasi, membangun komunikasi yang baik, dan menumbuhkan kerja sama lintas unit.

Soal kepemimpinan, Lidia Defianti menekankan kolaborasi, transparansi, dan saling menghargai. Nilai-nilai itu pula yang ia bawa dalam komitmen terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien—meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepuasan pasien, serta memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku.

“Semoga saya bisa memberikan kontribusi yang lebih baik untuk ke depannya,” katanya. Kalimat yang terdengar bersahaja, namun mencerminkan perjalanan panjang dari puskesmas, rumah sakit, ruang surveilans, hingga kembali ke jantung administrasi rumah sakit.

Di RSUD Dr. Muhammad Zein Painan, kerja sunyi itu kembali menemukan pijaknya.

Penulis: Andi Kasianto

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.