Penyuluhan Kesehatan di Depo Apotek Klinik Paru dengan Tema : Symbicort Turbuhaler
29 Jun 2022
15:44:05 WIB
142x dibaca
Rabu (29/6) dilaksanakan penyuluhan kesehatan oleh Mahasiswa Praktek Profesi Apoteker dari Universitas Perintis Indonesia (Upertis) Padang di depan Depo Apotek Klinik Paru RSUD Dr. Muhammad Zein Painan.
Peserta penyuluhan adalah pasien dan keluarga pasien yang berobat di Klinik Paru. Tema penyuluhan kali ini adalah 'Symbicort Turbuhaler'.
Apa Symbicort Turbuhaler itu?
Turbuhaler adalah salah satu jenis inhaler berbentuk tabung yang di dalamnya terdapat obat dalam bentuk bubuk kering. Perangkat ini digunakan dengan cara menghisap obat melalui mulut, kemudian diteruskan ke paru-paru. Sedangkan Symbicort merupakan obat asma dengan kandungan Budesonide dan Formoterol Fumarate. Obat ini digunakan untuk mencegah Bronkospasme pada orang dengan Asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Dalam penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Harap hati-hati dalam menggunakan budesonida, jika mengalami penyakit mata seperti katarak atau glaukoma, diabetes, penyakit hati, tekanan darah tinggi , gangguan hormon tiroid, gangguan saluran pencernaan, osteoporosis, riwayat infeksi, pendarahan serta gangguan mental seperti depresi
- Turbuhaler budesonide hanya untuk mengatasi gejala asma kronis, tidak efektif untuk asma akut
- Beritahu dokter bila sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen ataupun obat herbal
- Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah penggunaan, segera temui dokter.
Untuk cara penggunaanya, seperti tahapan berikut:
- Lepaskan tutup turbuhaler, tarik inhaler
- Putar Turbuhaler ke kanan, selanjutnya ke kiri dengan cepat, kemudian akan terdengar suara "Klik"
- Buang nafas/ keluarkan nafas terlebih dulu
- Letakkan alat diantara mulut dan bibir, condongkan kepala ke belakang
- Hisap obat dengan menarik nafas kuat dan dalam
- Keluarkan alat dari mulut, tahann nafas 5-10 detik, kemudian bernafaslah secara perlahan
- Tutup kembali turbuhaler dan berkumur dengan air untuk membersihkan sisa obat yang ada di dalam mulut.
Untuk cara penyimpanan:
- Harus disimpan pada suhu ruangan dan terhindar dari cahaya matahari langsung
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Dapat disimpan 1 (satu) bulan setelah dibuka.
Demikian rangkuman materi penyuluhan kesehatan yang telah disampaikan oleh adik-adik Mahasiswa Apoteker Upertis Padang, semoga bermanfaat terutama bagi pasien penderita asma atau PPOK.
Penulis:
andi