Pengumuman
Jadwal Pelayanan Infromasi Publik Setiap hari kerja  Jam 08.00 s/d 16.00 WIB  Senin s/d Jumat  Klik disini untuk detail
Logo dinsos Logo pessel

RSUD Dr. M Zein Painan

Kabupaten Pesisir Selatan

Peringatan Hari Jantung Sedunia Tahun 2022 bersama PPNI Komisariat RSUD Painan

29 Sep 2022 11:10:23 WIB 222x dibaca
Peringatan Hari Jantung Sedunia Tahun 2022 bersama PPNI Komisariat RSUD Painan
Peringatan Hari Jantung Sedunia Tahun 2022 bersama PPNI Komisariat RSUD Painan

Hari ini, tanggal 29 September adalah Hari Jantung Sedunia. Dalam rangka memeriahkan Hari Jantung Sedunia tahun 2022, RSUD Dr. Muhammad Zein Painan bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat RSUD Dr. Muhammad Zein Painan mengadakan Senam Jantung Sehat dan Penyuluhan Kesehatan.

Kamis pagi pukul 07.30 WIB, Pelaksanaan Senam Jantung Sehat dilaksanakan di halaman depan rumah sakit. Senam ini diikuti tidak hanya karyawan rumah sakit, tapi juga pasien yang saat itu dijadwalkan berobat di rumah sakit, dengan instruktur senam adalah Uni Teti dari Ruangan Ok.

Setelah pelaksanaan senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan, dengan mengangkat tema : Penanganan Serangan Jantung di Luar Rumah Sakit. Pemateri adalah Saudari Ns. Yossy Sofina, S.Kep, dan mengambil tempat di ruang tunggu Poliklinik Rumah Sakit.

Menurut Yossy Sofina, pada dasarnya semua orang dapat melakukan pertolongan pertama. “Jangan hanya panik ya, tapi kita harus bisa menolong agar outcome dari kejadian ini menjadi baik dan orang bisa terselamatkan,” ujar dia. Memang, secara umum, keberhasilan bantuan hidup jantung dasar (BHJD) akan lebih baik apabila dibantu alat kejut jantung (AED) dalam rentang waktu lima menit setelah kejadian.“Namun, BHJD ini merupakan gabungan dari pengamatan dan tindakan yang tidak terputus yang disebut sebagai rantai kelangsungan hidup,” katanya lagi.

Komponen yang harus dikuasai penolong adalah penilaian keadaan pasien, kompresi dada yang baik, dan penilaian pergerakan dada. Serta pemberian bantuan napas yang baik—sekarang tidak direkomendasikan karena pandemi Covid-19. Berikutnya dilakukan dengan alat bantu berupa AED. Proses resusitasi ini tidak bisa dilakukan sendiri, kecuali tidak ada lagi yang bisa dimintai tolong.

BHJD pada orang dewasa, indikasinya adalah henti jantung, henti napas, dan korban tidak sadarkan diri. Tahapan pertamanya, pastikan lingkungan aman kalau ada di luar rumah. Jika di dalam rumah, misalnya korban tersengat listrik, harus matikan terlebih dahulu sumber listriknya, pastikan si penolong dalam keadaan aman, jangan sampai malah keduanya tidak selamat, karena ini bukan prinsip dari resusitasi. “Berikutnya menilai respons, lakukan tepukan pada bahu tubuh sambil memanggil-manggil si korban,” tutur Yossy sambil menambahkan bahwa penolong bisa langsung mengaktifkan sistem kedaruratan dengan menelepon layanan kesehatan seperti Puskesmas atau rumah sakit atau meminta batuan orang sekitar. Selanjutnya ketika ambulans datang bisa langsung lakukan resusitasi lanjutan, kemudian perawatan pascahenti jantung dan pemulihan akibat serangan jantung. “Ini sangat penting untuk outcome dari tatalaksana bantuan hidup jantung dasar ini,” ujar dia menambahkan.

Penulis: andi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Kategori

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.